Rabu, 18 Desember 2019

ek. manajerial Perilaku Konsumen

Nama : Aloysia Syafa K / NPM : 2017020042/ A1 Manajemen pagi

PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah sebuah kegiatan yang berkaitan erat dengan proses pembelian suatu barang atau jasa. Mungkin Anda sedikit bingung, perilaku seperti apa yang dimaksud atau dikategorikan ke dalam perilaku konsumen. Melalui ulasan artikel berikut ini, akan dibahas secara menyeluruh mengenai perilaku konsumen. Mulai dari definisi, jenis, proses, hingga cara mengetahui masalah-masalah konsumen yang sering dihadapi ketika melakukan pembelian. Pada dasarnya cakupan mengenai perilaku konsumen ini sangat luas, mungkin Anda melakukan perilaku konsumen, namun tidak menyadarinya. Hal-hal seperti itu seringkali terjadi ketika melakukan proses pembelian.

A.    Beberapa jenis konsumen yang perlu anda ketahui diantaranya adalah :
1.      Konsumen yang Berpatokan Pada Harga
Konsumen jenis ini adalah yang paling umum dimana biasanya akan ditandai dengan ciri ia hanya akan tertarik pada harga yang lebih murah.
2.      Konsumen yang Suka Menjadi Trend Setter
Trend dalam kehidupan memang silih berganti. Jenis konsumen ada yang cenderung ingin menjadi trend setter selalu berusaha membeli barang apapun yang merupakan keluaran terbaru. Sehingga ia akan memiliki kebanggaan tersendiri karena nantinya akan dijadikan sebagai role model atau trend setter bagi orang lain.
3.      Konsumen yang Lebih Memilih Menjadi Follower
Berbanding terbalik dengan jenis diatas, jenis konsumen follower justru akan menggunakan atau membeli suatu barang yang memang yang sedang hits. Biasanya ia akan membeli barang karena dipengaruhi oleh trend maupun akibat pengaruh iklan.
4.      Konsumen yang Mementingkan Keuntungan
Sedangkan follower jenis berikutnya merupakan konsumen yang cukup perhitungan karena ia ingin mendapatkan barang namun tidak berlebihan atau tidak terpengaruh oleh faktor apapun. Biasanya konsumen jenis ini hanya akan membeli barang yang memang sesuai dengan kebutuhannya.
5.      Konsumen yang Mengutamakan Kualitas
Memperhatikan kualitas memang sangat penting karena percuma saja murah kalau ternyata barang yang dibeli kualitasnya murahan. Konsumen jenis ini tidak akan merasa keberatan untuk membeli barang dengan harga yang mahal asalkan kualitas dari barang tersebut memang sebanding dengan harganya.
6.      Konsumen Pemula
Konsumen pemula tidak banyak pertimbangan. Ia akan membeli barang sesuai dengan keinginannya saat itu. Biasanya konsumen jenis ini tidak terlalu banyak memberikan pertanyaan kepada penjual. Sehingga ketika ia merasa cocok dengan barang tersebut akan langsung dibeli.
7.      Konsumen Jeli
Konsumen jeli biasanya selalu banyak pertimbangan. Ia akan mengamati kualitas barang yang dijual serta membandingkan harga di satu tempat dengan tempat lain. Biasanya konsumen jenis ini juga tidak akan ragu untuk menawar agar bisa mendapatkan harga yang termurah.
8.      Pelanggan
Jenis konsumen yang terakhir adalah pelanggan. Jenis konsumen yang satu ini sudah terbiasa membeli di suatu tertentu dan akan terus – menerus membeli barang di tempat atau penjual yang sama.

B.     Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Oleh Konsumen
Seorang konsumen biasanya memiliki alasan atau pertimbangan tersendiri dalam membeli suatu barang. Dan setiap orang tentu memiliki pertimbangan yang berbeda. Namun secara garis besar sebenarnya ada beberapa hal yang cukup berpengaruh terhadap proses konsumen dalam mengambil keputusan dalam membeli barang, yaitu:
1.     Menyesuaikan Kebutuhan
Manusia memang memiliki kebutuhan primer yang sudah bisa dipastikan apa saja jenisnya. Namun ada kalanya manusia juga membutuhkan suatu barang atau kebutuhan mendadak, sehingga kebutuhan tersebut yang akhirnya menjadi alasan untuk membeli sesuatu.
2.      Pengumpulan Informasi
Ketika seseorang membutuhkan sesuatu untuk dibeli sesuai kebutuhannya, biasanya terlebih dulu ia akan mencari informasi terkait barang yang ingin dibeli bisa melalui rekomendasi orang lain maupun mencari informasi melalui internet dan media lainnya.
3.      Penilaian
Ketika ingin membeli suatu barang, orang bisa melakukan penilaian. Penilaian tersebut bisa sesuai dengan instingnya sendiri maupun atas saran orang lain, termasuk saran dari si penjual itu sendiri.
4.      Keputusan
Ketika memutuskan membeli suatu barang bisa berdasarkan atas saran atau permintaan orang lain maupun sesuatu yang memang secara tidak terduga dibutuhkan. Sehingga keputusan dalam proses pembelian ini akan bergantung pada si konsumen itu sendiri.
5.      Reaksi Atau Perilaku Setelah Proses Pembelian Terjadi
Biasanya setelah membeli suatu barang, orang akan memiliki penilaian tersendiri. Ada yang merasa puas atau sebaliknya. Sehingga sebagai penjual memang ada baiknya menjual produk atau barang yang memang antara kualitas dan harganya seimbang.

C.    Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Pertimbangan dalam membeli suatu barang memang berbeda untuk setiap orangnya. Namun ada beberapa faktor umum yang mendasari sekaligus menjadi pengaruh besar terhadap perilaku konsumen ketika membeli sesuatu, diantaranya yaitu :
1.      Faktor Kebutuhan
Faktor pertama yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam membeli suatu barang adalah kebutuhan. Ia akan membeli apa yang memang sedang dibutuhkan, terlepas itu kebutuhan primer (rutin) maupun kebutuhan tak terduga.
2.      Faktor Lingkungan
Lingkungan juga cukup berpengaruh karena tidak sedikit seseorang akan mengubah gaya hidup dan kebutuhannya akibat terpengaruh oleh lingkungan atau tempat ia berada.
3.      Faktor Kualitas Produk
Tidak sedikit juga konsumen yang memutuskan membeli suatu barang karena memang tergiur oleh kualitas produk yang ditawarkan. Sehingga ketika ia tertarik dengan suatu barang yang menurutnya berkualitas, ia tak akan ragu untuk membelinya.
4.      Faktor Harga
Harga menjadi faktor yang menjadi pertimbangan cukup penting. Karena umumnya harga menjadi patokan terpenting dan cukup berpengaruh  bagi konsumen ketika akan membeli sesuatu.
5.      Faktor Promosi
Promosi atau iklan tidak bisa dipungkiri juga mampu menghipnotis konsumen. Tak heran jika banyak produk yang berusaha memaksimalkan promosi demi mendapatkan atau menjaring banyak konsumen.

 

Contoh Perilaku Konsumen

Sebenarnya cukup banyak contoh perilaku konsumen. Namun sebagai contoh sederhananya adalah ketika masyarakat ingin membeli buah. Antara buah impor dan buah lokal.

Tidak jarang masyarakat sebagai konsumen yang lebih memilih untuk membeli buah impor daripada buah lokal. Alasannya cukup sederhana, yaitu karena harga buah impor lebih murah dibandingkan dengan buah lokal.

Harga murah memang selalu berhasil menarik minat konsumen. Namun sebenarnya ada alasan mengapa harga buah lokal lebih mahal daripada buah impor. Buah lokal biasanya tergantung musim sehingga petani hanya bisa memanen dalam waktu tertentu saja.

Belum lagi terkendala beberapa hal seperti musim pancaroba yang membuat produksi buah menjadi terhambat. Akibatnya proses distribusi menjadi lambat dan bisa jadi akibat adanya kendala sarana, pajak dan yang lainnya sehingga membuat penjual akhirnya mematok harga buah yang lebih mahal.


  • Kesimpulan

Siapapun yang menjalankan bisnis apat menjadikan konsumen merasa lebih baik dengan mempelajari karakteristik perilaku konsumen. Dengan mengetahui kebiasaan dan keinginan konsumen, pemilik bisnis dapat lebih responsif terhadap pasar, menawarkan produk yang lebih diinginkan dan menciptakan program pemasaran yang lebih relevan. Kecepatan dalam pelayanan juga termasuk menjadi keinginan konsumen yang menentukan kepuasan konsumen.

Rabu, 06 November 2019

ekonomi manajerial aloysia syafa 2017020042

NAMA : ALOYSIA SYAFA K.
NPM : 2017020042
KELAS : A1 MANAJEMEN PAGI ( UTS)
uniba.ac.id


EKONOMI MANAJERIAL

A. Pengertian Ekonomi Manajerial
Ekonomi manajerial adalah penerapan teori ekonomi dan perangkat analisis ilmu keputusan untuk membahas bagaimana cara suatu organisasi dapat mencapai target dengan cara yang efektif dan efesien. Atau definisi ekonomi manejerial yaitu suatu pengetahuan yang menunjukan adanya penerapan teori-teori ekonomi dan analisis pengetahuan dalam mengambil suatu keputusan yang mengidentifikasi bagaimana cara organisasi dapat mencapai tujuannya secara lebih efesien.

B. Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial
Ekonomi manajerial adalah suatu penerapan ilmu yang menggabungkan antara ilmu ekonomi dan pengambilan keputusan.

1. Terkaitan Dengan Teori Ekonomi.
Keputusan dari manajemen dapat menerapkan ilmu ekonomi dan perangkat ilmu terapan. Ekonomi mikro mempelajari mengenai tingkah laku ilmu ekonomi secara individual sebagai unit pengambilan suatu keputusan dalam sistem perdagangan bebas. Dan ekonomi makro melihatnya secara agregat, yaitu seperti: output, pendapatan, investasi, keseluruhan harga atau harga total. Teori ekonomi berguna untuk memprediksi serta menerangkan tingkah laku ekonomi. Teori ekonomi umumnya dimulai dengan suatu model, model merupakan suatu abstraksi dari banyak hal yang meliputi dari suatu kejadian dan berusaha untuk mengidentifikasi dari beberapa banyak faktor dari suatu kejadian.

2. Terkaitan Dengan Ilmu Keputusan
Ilmu keputusan mempergunakan perangkat matematika ekonomi dan juga ekonometrik guna untuk membentuk serta menestimasi model yang ditujukan untuk perilaku optimal suatu perusahaan. Matematika ekonomi ini dipakai untuk menformulasi model ekonomi yang dipostulatkan oleh teori ekonomi ekonometrik yang menerapkan peralatan statistik pada perangkat dunia nyata untuk mengestimasi model yang dipostulatkan oleh teori ekonomi yaitu untuk peramalan.

3. Keterkaitan dengan berbagai fungsional ilmu administrasi bisnis
Hubungan antara ekonomi manajerial dengan area fungsional  ilmu administrasi bisnis menjadi latar belakang dalam pengambilan keputusan. Area fungsi administrasi tersebut diantaranya meliputi: akuntansi, keuangan, pemasaran, manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dan produksi. Jadi ekonomi manajerial adalah sebagai pelajaran yang menggabungkan antara teori ekonomi, ilmu pengambilan keputusan, dan juga area fungsional ilmu administrasi Bisnis, yang membahas bagaimana hal itu saling berinteraksi antara satu sama lain pada organisasi atau perusahaan untuk mencapai target atau tujuan perusahaan dengan cara yang lebih efisien.

C. Sifat ekonomi manajerial
Ekonomi manajerial disebut juga dengan ekonomi mikro terapan, yang dimana penerapan metode dalam proses pengambilan keputusan manajerial. Ekonomi manajerial dapat mengembangkan prinsip ilmu yang tujuannya untuk meningkatkan keefektifan saat mengambil keputusan.
Setiap manajer pastinya akan mendapat masalah manajerial dalam bisnisnya. Permasalahan yang timbul saat kesenjangan antara kondisi di lapangan dengan apa yang diharapkan oleh seorang manajer, masalah tersebut seperti:
masalah dalam menentukan tingkatan harga maupun keluaran produk.
masalah dalam memilih teknik industri dan teknologi.
masalah dalam tingkat persediaan.
masalah dalam memilih media promosi atau media periklanan.
masalah pendanaan.
masalah pelatihan tenaga kerja.
Ekonomi manajerial dapat membantu para manajer dalam mempengaruhi kinerja dan perilaku manajerial ekonomi. Manajerial memanfaatkan beberapa analisis misalnya seperti: Metode kuantitif, statis atau ekonometri dan konsep manajemen yang strategis dan analisis keuangan.
Ekonomi manajerial dapat menggabungkan antara ilmu ekonomi dan pengambilan keputusan:
Ø Ilmu ekonomi yang diantaranya meliputi: ekonomi mikro dan makro.
Ø Ilmu keputusan yang diantaranya meliputi: matematika ekonomi dan ekonometri.

ek. manajerial Perilaku Konsumen

Nama : Aloysia Syafa K / NPM : 2017020042/ A1 Manajemen pagi uniba.ac.id PERILAKU KONSUMEN Perilaku konsumen adalah sebuah kegiat...